
Hari ini tanggal 22 Juli 2013. Itu artinya hari ini adalah H-3 Chelsea Asia Tour 2013 Indonesia dan H-1 kedatangan Chelsea di Indonesia. Ya, Indonesia, negeri tercinta ini. Sebagai 'penggila' Chelsea Football Club , tentunya dan pastinya aku merasa sangat sangat bahagia. Chelsea adalah satu-satunya klub favoritku dari sejak jaman awal SMP hingga sekarang dan mereka akan merasakan tanah air dimana aku tinggal selama ini. Oh Tuhan.
Tapi, sepertinya mimpi itu masih menjadi mimpi semata. Dikala ribuan fans Chelsea lain bergembira dan bersorak-sorai, menyambut kedatangan para pemain-pemain Chelsea, mungkin sebagian dari aku disini sekarang juga turut bergembira tapi hanya sebatas itu, karena sebagian diriku yang lain menangis!
Menangis, tak tahu apa yang harus aku lakukan, entah menangis sedih atau gembira. Aku tak tahu. Aku bangga terhadap Indonesia karena akhirnya negara ini dipandang seutuhnya oleh klub-klub liga Inggris sebagai salah satu basis pendukung sepakbola tebesar di dunia, tapi aku juga marah kenapa harus sekarang ini klub-klub itu datang menyambangi Indonesia, kenapa harus secepat ini, kenapa? Padahal banyak alasan yang membuatku tidak bisa melihat mereka secara langsung sekarang ini :(
Terutama Chelsea. Ya Chelsea, klub London Barat ini telah menjadi alasan satu-satunya kenapa aku suka sepakbola, kenapa aku bisa menyukai olahraga ini dikala perempuan-perempuan seusiaku diluar sana mungkin tak pernah sama sekali menonton sepakbola atau bahkan anak laki-lakipun tak se-gila dan separah ini dalam menyukai sepakbola.
Chelsea seperti telah menjadi bagian hidupku. Karena dimanapun dan kapanpun aku sepertinya takkan pernah menyenangi klub lainnya. Chelsea seperti penyemangatku dalam meraih segala hal.
Pertama, Chelsea memotivasiku untuk terus berjuang dan berusaha tanpa lelah demi mendapatkan kesuksesan. Sama seperti para pemain di lapangan yang terus berusaha melawan para lawan dan melawan ketidakberuntungan, bahkan melawan diri mereka sendiri untuk menyingkirkan keegoisan demi meraih berbagai trofi dan penghargaan. Mungkin mereka berkali-kali merasakan kekalahan dan banyak orang yang mencibir mereka. Tapi mereka tidak pernah berhenti disitu, mereka akan terus berlatih dan berusaha hingga mendapatkan kemenangan tak peduli apa kata orang lain.

Kedua, Chelsea membuat aku percaya pada mimpi. Hmm mungkin sedikit agak aneh dan konyol tapi memang itulah kenyataannya. Setiap kali aku ingin menyerah terhadap segala situasi, aku selalu ingat bahwa suatu saat aku akan bisa terbang ke London, melihat para pemain Chelsea secara langsung dan meneriakkan dukungan kepada mereka bersama ribuan pendukung lainnya. Aku ingin ke Inggris dan mimpi itu yang terus memberiku semangat hingga saat ini.
Ketiga, tanpa Chelsea hidupku jadi tidak berwarna. Kenapa? ya simpel aja sebenernya, kalau aku nggak suka Chelsea, aku nggak tau apa yg harus aku suka. Tak ada motivasi, tak ada pendorong, dan tak ada penyemangat. Bahkan malam minggu pun terasa sepi kalau nggak ada Chelsea, mengalahkan kesepian nggak punya pacar :p
Terkadang mungkin orang-orang disekelilingku merasa aku ini aneh karena perempuan yang identik dengan hal-hal yang feminim, aku malah menyenangi sepakbola hmm. Atau mungkin ada yang cuma menganggapku sekadar suka-sukaan lah karena pemainnya ganteng atau karena prestasinya doang. No! Kalau ada yg berpikir begitu, jelas salah besar. Mungkin awalnya iya, tapi lama-lama itu berubah menjadi loyality untuk terus mendukung Chelsea.
Oke, jujur dua minggu belakangan ini aku merasa galau, iri, sedih, patah hati, gundah gulana, hahaha. Bukan karena putus cinta tapi gara-gara tidak bisa bertemu para pemain idolaku secara langsung :( Akhir-akhir ini aku melihat fans Indonesia yang bisa bertemu secara langsung dengan pemain idolanya, bahkan meminta tanda tangan dan berfoto bersama atau mungkin seperti pendukung Arsenal yang bisa menciumi dan berpelukan dengan pemain yang selama ini hanya bisa dilihat di layar kaca. Melihat hal itu rasanya hatiku hancur lebur, ingin sekali menjadi mereka, merasakan hal yang sama.
Tapi ya itu, karena buruknya keadaan, mimpi awalku untuk bertemu mereka di Indonesia saat ini pun berakhir. Jarak ke Jakarta yang menurutku lumayan jauh membuatku menyadari tanda-tanda aku belum 'diijinkan' untuk menyapa mereka secara langsung dan megurungkan niat untuk membirukan dan memerah-putihkan GBK. Selamat kepada mereka yang nanti bisa bertemu dan bersapa langsung dengan para pemain atau paling tidak melihat mereka secara langsung. Kalian sangat beruntung. Jangan sia-siakan kesempatan itu karena disini aku iri setengah mati dengan kalian :')
Apapun kondisinya, aku tetap akan cinta dan mendukung klub ini walaupun mungkin sekedar lewat layar kaca.
Loyalitas tidak bisa dilihat hanya dengan seberapa banyak atribut yang kamu punya atau seberapa sering kamu datang ke stadion. Tapi loyalitas itu adalah kesetiaan yang datang dari hati dan apapun yang terjadi, loyalitas membuat kita tetap mendukung mereka seutuhnya :D

